RSS Feed

Tugas Kesehatan Mental

Posted by Unknown Label:



Kesehatan Mental
Dampak kekerasan seksual pada anak usia dini dan pencegahannya


Nama   : assilva brena zollyta
Npm     : 11513447
Kelas    : 2PA08

BAB I
PENDAHULUAN
Belakangan ini semakin banyak fenomena kekerasan seksual yang dialami oleh anak usia dini. Pelecehan seksual merupakan perilaku atau tindakan yang menganggu  melecehkan dan tidak diundang yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang terhadap pihak lain yang berkaitan langsung dengan jenis kelamin pihak yang diganggunya dan dirasakan menurunkan martabat dan harga diri orang yang diganggunya.  Jika mempelajari sejarah, sebenarnya jenis tindak pidana ini sudah ada sejak dulu, atau dapat dikatakan sebagai suatu bentuk kejahatan klasik yang akan selalu mengikuti perkembangan kebudayaan manusia itu sendiri, kejahatan seksual akan selalu ada dan berkembang setiap saat walaupun mungkin tidak terlalu berbeda jauh dengan sebelumnya. Tindak pidana kekerasan seksual ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar yang relatif lebih maju kebudayaan dan kesadaran atau pengetahuan hukumnya, tapi juga terjadi di pedesaan yang relatif masih memegang nilai tradisi dan adat istiadat.
Di Indonesia kasus kekerasan seksual  setiap tahun mengalami peningkatan, korbanya bukan hanya dari kalangan dewasa saja sekarang sudah merambah ke remaja, anak-anak bahkan balita. Dan yang lebih tragis lagi pelakunya adalah kebanyakan dari lingkungan keluarga sendiri.
Semakin meningkatnya kasus kekerasan seksual di Indonesia, Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) yang diketuai oleh  Arist Merdeka Sirait mengangkat wacana “Darurat Nasional Kekerasan Seksual Pada Anak” dia mengatakan perang terhadap kekerasan seksual pada anak.
Kejahatan seksual bagi korbanya adalah kejahatan yang dilakukan seumur hidup, dimana korbanya mengalami trauma yang berkepanjangan apa lagi yang jadi korbanya adalah anak-anak, yang merupakan generasi penerus bangsa.
Masyarakat Indonesia yang dulu dikenal sebagai penduduk yang ramah, sopan, dan memiliki budaya yang diakui dunia kini sudah terkikis, dengan makin banyaknya kekerasan, pemerkosaan, konflik dengan kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama, ras, budaya dan suku.
            Dari rentetan kejadian kekerasan seksual tersebut, apakah sudah sedemikian rendahnya moral dan etika serta norma bangsa ini, masyarakat sudah tidak merasakan kenyamanan dan keamanan di lingkunganya sendiri kerana bahaya kriminalitas sudah mengancam, bahkan lingkungan keluarga yang sebagai sandaran hidup sudah mulai tidak aman lagi. pemerintah sebagai pemangku kebijakan seolah tidak berdaya menghadapi masyarakatnya  yang sudah krisis moral, pemerintah seakan-akan membiarkan para pelaku kejahanan seksual dihukum dengan hukuman yang ringan dan tidak adanya solusi untuk menghindari  kejadian tersebut terulang kembali.

BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian kekrasan seksual pada anak
Pengertian kekerasan seksual pada anak mengacu pada kegiatan melibatkan anak dalam kegiatan seksual, sementara anak tidak sepenuhnya memahami atau tidak mampu memberi persetujuan. Aktivitas seksual antara anak dengan orang dewasa atau anak lain, bertujuan untuk mendapatkan kepuasan bagi pelaku. Termasuk dalam kegiatan ini adalah prostitusi atau pornografi, pemaksaan melihat kegiatan seksual, memperlihatkan kemaluan untuk tujuan kepuasan dan stimulasi seksual, perabaan, dan pemaksaan terhadap anak. Ini menjadi salah satu problem sosial besar di masyarakat modern. Kekerasan seksual, biasanya tidak terjadi selama delapan belas bulan pertama kehidupan, walaupun ada juga kasus terjadi ketika anak berusia enam bulan. Berdasarkan usia korban, kasus kekerasan seksual terbanyak terjadi pada usia 6-12 tahun (33%) dan terendah usia 0-5 tahun (7,7%).
Kekerasan adalah hal yang bersifat atau berciri keras yaitu perbuatan seseorang yang menyebabkan cedera atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain atau paksaan. Secara spesifik yang dimaksud kekerasan seksual adalah suatu prilaku seksual deviatif atau menyimpang, merugikan korban dan merusak kedamaian di masyarakat.
Kekerasan Seksual adalah praktek seks yang dinilai menyimpang yang artinya praktek hubungan seksual yang dilakukan dengan cara-cara kekerasan, bertentangan dengan ajaran dan nilai – nilai agama serta melanggar hukum yang berlaku. Kekerasan ditunjukan untuk membuktikan bahwa pelakunya memiliki kekuatan, baik fisik maupun non fisik. Dan kekuatannya dapat dijadikan alat untuk melakukan usaha-usaha jahatnya. Kekerasan bisa terjadi kapan saja, dimana saja, dalam hal apa saja, bahkan kekerasan bisa terjadi didalam keluarga, tetangga atau lingkungan sekitar.
Bentuk kekerasan berbagai macam bisa dalam bentuk perkataan maupun perbuatannya, Seperti yang di ungkapkan oleh Adelmann Robert J (1997:136) bahwa pelecehan seksual adalah perhatian bersifat seksual yang tidak diinginkan seseorang (kebanyakan para wanita) yang dialami dimana saja. Ini dapat meliputi ekspresi dan gerakan, seperti kerlingan mata, kontak fisik yang meliputi cubitan, rabaan, komentar verbal, tekanan halus untuk melakukan aktivitas seksual, sampai pada serangan seksual dan pemerkosaan.
Pendidikan tentang seks telah menjadi momok dalam kepala masyarakat khususnya para orang tua. Orang tua selalu menutupi dan tidak memberikan pendidikan seksual sejak dini –seks ditabukan–. Tindakan yang seperti ini justru memberi peluang terjadinya pelecehan seksual karena anak sama sekali tidak dibekali pendidikan tentang seks. Akibatnya, pelecehan seksual dibawah umur banyak dilakukan justru oleh lingkungan terdekatnya sendiri. Anak-anak perempuan dibawah umur yang tidak diberi pembelajaran tentang seks dengan mudah ditipu oleh pelaku pelecehan seksual dengan pembodohan-pembodohan pengetahuan tantang seks..
1.      Dasar teori pelecehan seksual:
a)      Teori Psikodinamika Dalam teori psikodinamika banyak menekankan mengenai pengalaman masa kanak yang dapat mempengaruhi perilaku manusia pada masa dewasa melalui pola ketidaksadaran. Pengalaman seksual yang tejadi pada masa anak yang tidak menyenangkan atau traumatik akan direpres kedalam pola ketidaksadaran. Adanya kejadian yang tidak menyenangkan seperti dilecehkan secara seksual oleh seorang dewasa pada masa kecil seorang pedofil menyebabkan adanya persepsi buruk yang memandang hubungan seks dengan orang seusianya atau dengan orang yang lebih dewasa menjadi menakutkan.
b)      Teori Behavioral Cognitive Pada teori behavioral memandang bahwa perilaku manusia adalah hasil dari kumpulan respon dari stimulus yang selama ini dipelajari oleh manusia. Perilaku yang tidak menyenangkan yang diulang akan membuat seseorang membentuk respon bertahan dan berusaha untuk menikmati stimulus tersebut sebagai stimulus yang biasa walaupun sebenarnya stimulus tersebut pada dasarnya merupakan stimulus yang tidak menyenangkan. Manusia akan belajar menerima stimulus yang ada dan membentuk pola pemahaman kognitif baru mengenai stimulus yang dia terima tersebut.


B.   Bentuk- bentuk kekerasan atau pelecehan seksual pada anak

1.      Pelecehan seksual yang berupa sentuhan :
a)      Pelaku memegang megang, meraba, atau mengelus organ vital anak seperti alat kelamin ( Vagina, penis) bagian pantan , dada atau payudara.
b)      Pelaku memasukkan bagian tubuhnya atau benda lain kemulut, anus, atau vagina anak.
c)      Pelaku memaksa anak untuk memegang bagian tubuhnya sendiri, bagian tubuh pelaku, atau bagian tubuh anak lain.

2.      Pelecehan seksual yang tidak berupa sentuhan :
a)      Pelaku mempertunjukkan bagian tubuhnya ( termasuk alat kelamin) pada anak / remaja secara cabul, tidak pantas, atau tidak senonoh.
b)      Pelaku mengambil gambar (memfoto) atau merekan anak tau remaja dalam aktifitas yang tidak senonoh, dalam adegan seksual yang jelas nyata, maupun adegan yang secara tersamar memancing pemikiran seksual. Contoh : pelaku merekan anak yang sedang membuka bajunya.
c)      Kepada anak, pelaku memperdengarkan atau memperlihatkan visualisasi ( gambar, foto, video, dan semacamnya) yang mengandung muatan seks dan pornografi. Misalnya, pelaku mengajak anak menonton film dewasa ( film porno ).
d)     Pelaku tidak menghargai privasi anak atau remaja, misalnya tidak menyingkir dan justru menonton ketika ada seorang anak mandi atau berganti pakain.
e)      Pelaku melakukan percakapan bermuatan seksual dngan anak atau remaja, baik eksplisit (bahasa lugas) maupun implisit ( tersamar). Percakapan ini bisa dilakukan melalui telefon , chatting, internet, surat, maupun sms.







C.   Upaya pencegahannya pelecehan seksual pada anak

Kekerasan seksual terhadap anak sekarang sudah menjadi ancaman yang serius. Bahkan tempat yang dianggap paling aman, yakni keluarga dan sekolah juga rentan terhadap kekerasan seksual. Kondisi keamanan sekolah yang super ketat pun tidak menjadi alasan bahwa anak-anak akan aman dari para pedofilia (gangguan jiwa cinta anak-anak).
Kemudian, banyak orang tua yang khawatir bagaimana melindungi supaya anaknya terhindar dari kejahatan seksual tersebut. Berikut ini upaya pencegahan pelecehan seksual pada anak :

1. Tumbuhkan keberanian pada anak

Ajarkan kepada anak anda jika dia diperlakukan tidak baik sama seseorang, dia harus berani menolak. Dia harus berani melaporkan ancaman tindakan kekerasan kepada orang yang dapat melindunginya, seperti orang tua, petugas keamanan, guru di sekolah, dll.  Ajarkan anak-anak jangan takut jika diancam seseorang atau diiming-imingi imbalan tertentu.

2. Memberikan pakaian yang tidak terlalu terbuka

Untuk menghindari tindakan yang tidak diinginkan terjadi pada anak kita. Tidak ada salahnya anda memberikan pakaian yang sopan dan tertutup. Karena bisa jadi pakaian yang terbuka akan semakin menarik perhatian para pelaku kejahatan seksual pada anak.

3. Memperkenalkan fungsi organ intim

Hal yang tidak kalah penting adalah, memberikan pengertian mengenai organ intim. Berikan pengertian bahwa organ intim adalah privasi yang tidak boleh orang lain mengetahuinya. Ajarkan pula mengenai hak privasi yang harus dimiliki oleh anak-anak.

4. Mengajarkan nilai-nilai agama

Nilai-nilai keagamaan perlu ditanamkan untuk menumbuhkan semangat tanggung jawab pada pribadi anak. Banyak hal positif yang dapat diambil dari mengajarkan nilai-nilai keagamaan. Seperti keadilan, kejujuran, kedisiplinan, respect terhadap kebaikan dan berani menolak kejelekan.

5. Jalin komunikasi dengan anak

Jalin hubungan komunikasi senyaman mungkin dengan anak. Orang tua adalah tempat pengaduan segala keluh kesah anak. Minta anak supaya terbuka mengenai segala aktivitas yang telah dikerjakan. Jadilah orang tua yang siap menjadi tempat curahan hati bagi anak.

D.   Dampak dari kekerasan yang di terima oleh anak

Dampak kekerasan pada anak menimbulkan sebuah hal yang tidak bisa dianggap remeh. Ketika seorang anak mengalami timdak kekerasan, maka secara langsung mental dan juga psikologi mereka akan sangat terpengaruh bahkan hingga ke masa depan. Seorang anak memang sebaiknya diberikan kelembutan, dan sebuah didikan yang tepat tanpa mencakup kekerasan. Berikut ini dampak dai ri kekerasan :

a)      Mengalami ketakutan, kecemasan, emosional, menutup diri, mengisolasi diri, krisis identitas
b)      Kondisi traumatik mempengaruhi sikap, cara pandang, otientasi seksual dan memicu munculnya perilaku amoral
c)      Sebagai bentuk perlawanan terhadap perlakuan tidak menyenangkan yang di alami anak.
d)     Dampak Cidera Tubuh, Pelecehan seksual anak dapat menyebabkan luka internal dan pendarahan. Pada kasus yang parah, kerusakan organ internal dapat terjadi dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian. Hal ini dipengaruhi oleh umur anak dan tingkat kekuatan pelaku saat melakukan kejahatannya.
E.   Kasus kekerasan seksual pada anak

Kasus pencabulan yang terjadi di SD 02 Cipayung, Jakarta Timur, menunjukkan bahwa sekolah belum dapat menjadi memutus potensi kekerasan seksual terhadap peserta didiknya. Pada kasus ini, pelaku, yakni guru berinisial J, melakukan perbuatan asusilanya di dalam lingkungan sekolah.

"Yang paling buat saya marah itu ternyata ada yang dilakukan pada saat jam sekolah, itu kan sungguh biadab itu," kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, kepada wartawan, usai menemui korban dan pihak sekolah, Kamis (21/5/2015).

Menurut Arist, ini menunjukan bahwa sekolah di ibu kota masih tak aman bagi anak. Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di sekolah bertaraf internasional.

"Kita bisa bayangkan hebohnya kasus pencabulan di sekolah internasional, dan lainnya masih terjadi, makanya perlu ada evaluasi," ujar Arist.
Arist melanjutkan, korbannya adalah para siswa kelas III SD tersebut (meralat sebelumnya ditulis kelas V). Guru J diketahui meraba tubuh korbannya. Namun, ia tak menjabarkan rinci dengan alasan tak etis. Para korban tak dapat berbuat banyak karena pelaku melancarkan aksinya dengan intimidasi dan iming-iming dan berbagai modus lainnya.

"Ada yang diantar, dikasih uang Rp 10.000, bujuk rayu, tipu muslihat dan ancaman serta intimidasi agar tidak melapor ke orangtua," ujar Arist.
.
F.     Analisis Kasus

`           Dalam teori tersebut terdapat penjelasan bagaimana pemicu terjadinya pelecehan seksual terhadap anak dan bagaimana kondisi psikologis anak setelah mengalami kejadian tersebut. Kasus yang marak terjadi adalah pelecehan yang melibatkan anak-anak, yang masih duduk di bangku SD. Hal ini ironis sekali karena, hal ini juga disebabkan oleh perkembangan teknologi dan komunikasi yang memudahkan pelaku untuk melakukan tindakan tidak senonoh seperti itu.
Masa-masa SD adalah ketika perkembangan anak telah mencapai masa akhir anak-anak. Pada masa tersebut, anak sudah bisa menemukan dirinya, bisa menarik perhatian orang lain, selalu mengharap pujian, selalu menentang, membantah dan selalu menuntut adanya kebebasan. Kaitannya dengan kasus pelecehan seksual, yaitu pelecehan seksual terjadi ketika anak mengalami tekanan atau paksaan dari oihak pelaku, ditambah (mungkin) dengan adanya iming-iming tertentu dari si pelaku, jika menuruti kemauan pelaku..
Permasalahan yang terjadi diatas, memang sudah tidak dapat di pungkiri lagi bahwa kasus pelecehan seksual pada anak sudah tidak heran lagi. Pelecehan seksual sendiri dapat diartikan sebagai kekerasan untuk menyakiti anak-anak, sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tidak berdaya. Dalam peristiwa tersebut dapat dilihat bahwa salah satu faktor penyebab kekerasan seksual adalah karena adanya petilaku menyimpang pada tersangka. Pelecehan seksual pada anak ini dapat disebut sebagai salah satu perilaku yang seringkali terjadi dan berkembang cukup pesat. Akibat tindakan pelecehan seksual pada anak terus terjadi sampai menimbulkan trauma berkepanjangan yang tentunya menghambat proses kejiwaan seorang anak.  Disini peran orang tua lah  yang sangat dibutuhkan dalam menanggapi maupun  memecahkan masalah pelecehan seksual terhadap anak-anak mereka. Langkah paling penting yang harus dilakukan orang tua dalam menghadapi pelecehan seksual terhadap anak adalah dengan memastikan terlebih dahulu bahwa sama sekali tidak ada peluang bagi terjadinya pelecehan tersebut; memberikan perhatian dan pengawasan terhadap anak. Pengawasan yang dimaksud bukan berarti mengekang anak untuk mendapatkan hak-hak mereka yang bersifat positif;  memberikan pengetahuan yang jelas mengenai sex umumnya tentang kontak fisik yang tepat dan kontak fisik yang tidak tepat; melakukan evaluasi fisik dan mental pada anak yang mengalami pelecehan sesegera mungkin, namun dengan catatan tidak dalam cara yang membuat anak tersebut menjadi takut. Evaluasi mental ini harus dilakukan oleh ahli terapi, dokter, perawat, psikolog atau pekerja sosial yang memiliki pengalaman khusus dalam mengangani anak-anak korban pelecehan seksual, semakin cepat dilakukan terapi yang tepat, maka akan semakin besar peluang anak tersebut untuk sembuh dari trauma.


BAB III
PENUTUP

1.        Kesimpulan

Kehidupan manusia tidak terlepas dari perkembangan. Anak-anak adalah masa awal perkembangan manusia yang pada masa itu terbentuklah karakter dan kepribadian seseorang.
Pada masa modern seperti sekarang ini, banyak anak yang hidup terbelenggu permasalahan sosial, seperti kasus pelecehan seksual anak, yang marak akhir-akhir ini.
Padahal, anak adalah aset bagi masa depan bangsa. Menjadi kewajban bersama untuk menciptakan generasi  yang berkualitas baik. Untuk itu peningkatan peran dan fungsi masing masing anggota keluarga. Terutama orang tua dalam menciptakan suasana komunikasi dan interaksi yang harmonis, didalam pengasuhan anak dan kehidupan berkeluarga sehari hari.
            Seperti kita tahu kekerasan seksual  merupakan perilaku atau tindakan yang menganggu  melecehkan dan tidak senonoh yang di terima oleh anak anak di usia dini.  Kekerasan Seksual adalah praktek seks yang dinilai menyimpang yang artinya praktek hubungan seksual yang dilakukan dengan cara-cara kekerasan, bertentangan dengan ajaran dan nilai – nilai agama serta melanggar hukum yang berlaku. Karena Setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari keluarga, masyarakat maupun pemerintah. Anak yang menderita cacat baik fisk maupun mental juga memiliki hak yang sama dan wajib dilindungi seperti hak memperoleh pendidikan, kesehatan, dsb.

2.        Saran

Dari berbagai informasi yang telah kita dapatkan bahwa pelecehan seksual sangat berbahaya karena akan menimbulkan efek yang sangat berbahaya mulai dari beban mental yang diderita oleh korban, penyakit yaang akan diderita oleh korban dan lain sebagainya. Hendaknya orangtua mengayomi anak dengan baik. Masa kanak-kanak adalah masa yang sangat penting, karena pribadi dan karakter seseorang terbentuk pada masa tersebut. Keluarga khususnya orang tua harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap anaknya dan harus pandai memilah-milah informasi-informasi apa yang seharusnya disampaikan dan yang tidak seharusnya disampaikan kepada anaknya supaya kelak tidak terjadi lagi kasus seperti ini lagi.

Sebagai warga negara yang  berpengetahuan wajiblah kita menghargai pribadi seorang anak dengan menghindarkan mereka dari tindakan kekerasan yang dapat merusak masa depan mereka, sehingga mereka kelak tumbuh dan berkembang dengan bebas dan bertanggung jawab karena mereka semua adalah generasi penerus bangsa kita.undang-undang ini telah dibuat dengan baik dan memperhatikan atau peduli terhadap hak-hak anak namun pemerintah kurang mensosialisasikan dan merealisasikan isi undang-undang ini. Pemerintah dan masyarakat kurang berperan dalam menjalankan undang-undang ini sebab anak masih dalam pengawasan dan pengasuhan keluarga jadi pihak lain belum menjalankan tanggung jawab seperti yang telah tercatum diatas. 














Daftar pustaka
Fatimah,Enung, 2010. “Psikologi Perkembangan”, Bandung: Pustaka Setia
Abu Huraerah. (2006). Kekerasan Terhadap Anak Jakarta:Penerbit Nuansa,Emmy Soekresno S. Pd.(2007)..
http://infopsikologi.com/apa-itu-bentuk-pelecehan-kekerasan-seksual-pada-anak-remaja/
http://icrp-online.org/en/2014/05/06/5-upaya-mencegah-pelecehan-seksual-pada-anak/

Psikologi Dan Teknologi Internet

Posted by Unknown Label:

Assilva Brena Zollyta (11513447)
2PA08

Tes Psikologi Online (Tulisan)

A.    Pengertian dan Tujuan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Psikotes adalah prosedur pemeriksaan yang telah mengalami pembakuan, yang dimaksudkan untuk menyelidiki dan menetapkan sifat-sifat psikis khusus individu; pengujian mental. 
            
Psikotes adalah tes yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes ini dapat berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang. Tujuan dari dilaksanakannya tes ini adalah untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan orang secara mental dan faktor-faktor yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, dan intelegensi. Jadi, psikotes adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui gambaran seseorang mulai dari kemampuan kognitifnya, kondisi emosinya, kecenderungan-kecenderungan sikap dan hal-hal yang mempengaruhi kecenderungan tersebut. Dalam psikotes, kemampuan yang diukur tidak melulu terkait dengan IQ seseorang. Selain tes IQ ada juga tes kepribadian, dan wawancara. Dari integrasi tes-tes tersebut, maka akan diperoleh gambaran mengenai orang yang di tes yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.  

Tes Psikologi online mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.      Fungsi seleksi.
Tes Psikologi online berfungsi sebagai seleksi jika digunakan untuk memilih individu-individu yang cocok/sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan melalui media online atau lewat interner. misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau tes seleksi jabatan tertentu. Berdasarkan hasil-hasil tes psikologis yang dilakukan, pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang dapat diterima dan menolak calon-calon lainnya tanpa harus bertemu secara langsung.
2.      Fungsi Klasifikasi
Yaitu mengelompokkan individu-individu dalam kelompok sejenis dari hasil tes psikologi yang dilakukan secara online tersebut. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai masalah sejenis, sehingga dapat diberi bantuan yang sesuai dengan masalahnya.
3.      Fungsi deskripsi
Tes ini berfungsi untuk menjelaskan profil seseorang, baik kepribadian, tingkahlaku, kemampuan, minat dan bakat dan sebagainya hanya dengan melalu tes online tersebut.

Dalam tes psikologi online terdapat beberapa dampak positif dan dampak negatif dari psikologi online, yaitu :

Kekurangan
Dampak negatif dari tes psikologi online adalah hasil dari tes psikologi online tidak begitu akurat di bandingkan tes psikologi manual atau tes psikologi tidak online, dan dapat juga menimbulkan penipuan pada tes psikologi online
Kelebihan

Dampak positif dari tes psikologi online adalah dapat mempercepat roses kegiatan tes-tes psikologi termasuk di dalamnya yaitu kegiatan administrative dan kita juga dapat mengikuti berbagai macam tes psikologi secara gratis. 


A. Definisi Psikologi Klinis dan Psikoterapi
Sebelum saya masuk ke dalam pokok pembahasan dari materi yang akan saya bahas, saya akan mulai dengan memaparkan definisi dari psikologi klinis dan psikoterapi itu sendiri.
Psikologi klinis dalam cakupannya dapat diartikan secara sempit dan secara luas. “Psikologi klinis dalam arti sempit tugasnya ialah mempelajari orang-orang abnormal atau subnormal. Tugas utamanya adalah menggunakan tes yang merupakan bagian integral suatu pemeriksaan klinis yang biasanya dilakukan di rumah sakit”. Sedangkan dalam cakupan secara luas, “psikologi klinis adalah bidang psikologi yang membahas dan mempelajari kesulitan-kesulitan serta rintangan-rintangan emosional pada manusia, tidak memandang apakah ia abnormal atau subnormal”. (Suprapti Slamet dan Sumarmo Markam. Pengantar Psikologi Klinis. 2008)
Psikoterapi merupakan terapi atau proses dalam upaya mengatasi atau menyembuhkan gangguan kejiwaan atau mental yang dialami oleh seseorang dengan berdasarkan pada ilmu-ilmu psikologi. Psikoterapi ini memiliki ciri-ciri, diantaranya:
1. Proses: interaksi antara 2 pihak yaitu terapis dan klien/pasien secara formal, profesional, legal, dan etis.
2. Tujuan : untuk membantu mengatasi masalah atau gangguan kejiwaan atau mental yang dialami klien/pasien dan tujuan tersebut harus disepakati oleh kedua belahpihak.
3. Tindakan : berdasarkan ilmu (teori-teori), teknik, skill yang formal dan assessment.

B. Bentuk penggunaan psikologi klinis dalam internet
Dewasa ini kita telah mengalami kemajuan yang pesat dalam berbagai bidang, salah satunya yang tak ketinggalan adalah dalam bidang psikologi klinis. Psikoterapi yang termasuk dalam cakupan psikologi klinis, sekarang ini mulai bisa dilakukan melalui internet. Psikoterapi yang dilakukan melalui sambungan internet bisa juga kita katakan sebagai terapi online, karena terapi ini bisa dilakukan oleh 2 pihak (terapis dan klien) tanpa harus bertemu secara langsung di satu tempat. Psikoterapi secara online ini bisa dilakukan melalui E-mail, Instant Messaging, Real – Time chat, telepon internet, videoconferencing. Interaksi dalam psikoterapi online ini berlangsung dalam waktu yang fleksibel dan sesuai dengan yang disepakati oleh 2 pihak (terapis dan klien). Psikoterapi secara online memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang akan dibahas di bawah ini.

C. Kelebihan & kekurangan
Setiap hal memiliki 2 sisi, yaitu psitif dan negatif, tidak terkecuali pada psikoterapi yang dilakukan secara online. Psikoterapi online memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihannya :
1. Hemat dan lebih ekonomis, karena terapis dan klien tidak diharuskan untuk bertemu di satu tempat tertentu untuk melakukan terapi.
2. Hemat waktu, karena waktu terapinya fleksibel dan bisa dilakukan kapan saja.

Kekurangannya :
1. Terapis akan lebih sulit dalam mendiagnosa gangguan yang dialami oleh klien, karena tidak ada interaksi langsung atau bertemu langsung sehingga observasi terhadap kliennya kurang. Informasi yang didapat oleh terapis terbatas pada wawancara tidak langsung.
2. Terapis tidak bisa mengamati secara langsung kondisi klien, bahasa tubuh klien serta mimik muka klien ketika menceritakan masalahnya (kecuali jika melakukan videoconferencing


Sumber : 
http://missselle.wordpress.com/2014/01/15/psikoterapi-psikologi-klinis-dalam-internet-2/
  http://www.wayankatel.com/2012/08/triktips-psikotes-psikologites-latihanpsikotes-online.html
 

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET

Posted by Unknown Label:

Assilva Brena Zollyta (11513447)
2Pa08

CSCW (Computer Supported Cooperative Work)

CSCW (Computer Supported Cooperative Work) adalah penggunaan komputer dan software untuk melaksanakan pekerjaan secara bersama dalam sebuah group di mana setiap anggota group menyadari kehadiran anggota lain pada group.Computer-supported cooperative work (CSCW) merupakan suatu group user yaitu bagaimana cara merancang suatu system yang digunakan untuk membantu pekerjaan sebagai suatu group dan bagaimana memahami dampak dari suatu teknologi pada pola pekerjaan mereka. HCI berasal dari ilmu psychology-computing sedangkan CSCW bersumbu pada sociology-computing. CSCW merupakan suatu system komputer yang mendukung pekerjaan sebagai suatu group yang dikenal dengan istilah groupware.

SISTEM GROUPWARE
Groupware dapat diklasifikasi dalam beberapa cara, salah satunya adalah dimana dan kapan seseorang peserta mengikuti kerja kelompok. Hal ini dapat diringkas dalam matriks time/space. Dimensi space dapat juga suatu dimensi secara geografis dan dibagi dalam co-located (tempat yang sama) dan remote (tempat yang berbeda). Contoh e-mail dan video conferencing yang bekerja pada jarak yang jauh. Sumbu time dibagi menjadi system synchronous dan asynchronous. Contoh telepon merupakan komunikasi remote synchronous dan post-it notes merupakan suatu asynchronous co-located.
Gambar di bawah ini menunjukkan suatu cooperative work yang mendukung pembahasan

  • Computer-mediated communication Mendukung komunikasi antar partisipan
  • Meeting and decision support systems Menangkap pemahaman secara umum.
  • Shared application and artifacts Mendukung interaksi partisipan dengan berbagi pekerjaan
CSCW memiliki tujuan yaitu :
• Mempelajari bagaimanaorangbekerja sama sebagaikelompok dan apa yang mempengaruhiteknologi
• Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan


CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia dalam sekelompok pengguna. Inteaksi tersebut antara lain :

1. Face to Face communication


dalam komunikasi yang melibatkan lebih dari satu orang secara tatap muka, pengaruh kultur dan lingkungan sangatlah besar. Sebagai contoh, jika seseorang dari kultur yang terbiasa dengan nada bicara tinggi, akan dianggap menyinggung perasaan bagi orang lain yang terbiasa dengan kultur yang terbiasa dengan nada bicara pelan. Selain itu, dalam tatap muka juga bergantung pada kontak mata yang sering kali menggambarkan tingkat emosional seseorang. Dalam tatap muka disebuah sistem groupware, contoh : video conference, juga perlu diperhatikan tentang faktor turn taking atau giliran dalam berkomunikasi, sehingga komunikasi dapat berjalan lancar.

2. conversation

Struktur pembicaraan dalam konteks CSCW memerlukan pengertian dalam tiap sesi komunikasi. Sebagai contoh, kesalahpahaman dalam pemilihan kata berdasarkan topik yang akan dibicarakan dapat menimbulkan berhentinya komunikasi.

3. Text based communication

Komunikasi berbasis teks merupakan model interaksi dalam CSCW yang paling banyak digunakan di era 2000-an. Jenis ini biasanya diimplementasikan dalam groupware yang menggunakan komunikasi janis email ataupun chatting. Komunikasi ini memiliki kultur sendiri, misal dengan penggunaan smiley, penggunaan singkatan-singkatan global seperti AFAIK, IMHO dan lainnya.

4. group working

Janis komunikasi yang terakhir merupakan jenis komunikasi bersama, yang melibatkan satu kelompok dalam sebuah organisasi. Komunikasi jenis ini tidak lagi melibatkan kultur perorangan dari tiap pengguna, tetapi lebih berorientasi pada kultur dalam sebuah organisasi. 


 Contoh Kasus 

-          Contoh Kasus

Computer Supported Cooperative Work (CSCW) adalah bidang studi yang berfokus pada perancangan dan evaluasi teknologi baru untuk mendukung proses sosial kerja, dikarenakan mitra yang berjauhan. Istilah Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka. Dimana saat itu CSCW mengangkat isu seputar bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat didukung teknologi komputer. Kemudian beberapa orang berpendapat CSCW sama dengan Groupware. Groupware adalah jenis software yang membantu kelompok kerja yang terhubung ke jaringan untuk mengelola aktivitas mereka.

Mungkin salah satu contohnya penerapan CSCW pada bidang pendidikan yaitu dimana para siswa melakukan kelas virtual dan saat itu sedang mengerjakan ulangan harian dimana para siswanya saat melakukannya tidak benar-benar berada di kelas tetapi bisa dimana saja yang memungkinkan siswa tersebut untuk bisa terhubung pada suatu jaringan. Contoh lainnya yaitu fasilitas chating dimana seseorang bisa berdiskusi melalui antarmuka teks tanpa harus bertatap muka secara langsung.

-              Contoh Kasus
Contoh yang digunakan pada CSCW adalah
• Kaloborasi para Ilmuwan yang bekerja sama pada suatu proyek
• Pengarang mengedit suatu dokumen bersama-sama
• Programmer suatu sistem secara bersamaan
• Bekerja sama sebagai sharing atas suatu video bersama yang conferencing aplikasi
• Para pembeli dan para penjual melakukan transaksi secara eBay
 
SUMBER :